Senin, 12 Agustus 2013

kamu

Kembali aku terduduk sendiri. Bergelung dalam rasa kecewa. Kembali menyerah pada air mata. 
Bagaimana sebenarnya yang disebut lama? Bagaimana pula sebenarnya yang disebut cepat? Adakah ukuran mutlak yang menyatakannya? Apakah aku ini terlalu cepat untuk jatuh kecewa dan terlalu lambat untuk bisa menikmati hidup?
Membingungkan .
Saat bahkan aku merasa tidak tau apa yang kumau. Menyedihkan.

Tidak. Aku tau apa yang kumau .
kamu. kamu. kamu. 
Kamu yang kumau.
Yang kumau itu kamu.

Dengarkah kamu? Teriak dari hatiku yang memekakkan telingaku sendiri. Jangan bilang kau tak dengar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar